pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Mobile Blog


radul.pep.zone

Kebosanan hidup

21.06.2011 18:00 EDT
Seorang pria mendatangi Sang Guru, “Guru, saya sudah bosanhidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan.Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan.Saya ingin mati”.Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit”. “Tidak Guru, sayatidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan ini. Itulahsebabnya saya ingin mati”. Seolah-olah tidak mendengarpembelaannya. Sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Danpenyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergiterhadap kehidupan”.Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yangbertentangan dengan norma-norma kehidupan. Hidup iniberjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kitamenginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikutmengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundangpenyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalirbersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha,pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah.Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sihyang langgeng, dan yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidakmenyadari tentang sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankansuatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita…“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuhdan bersedia mengikuti petunjuk-ku”. Demikian Sang Mastermenyarankan.“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh”. Tidak, sayatidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran Sang Guru.“Jadi kamu tidak ingin sembuh?? “ Kamu betul-betul ingin mati?”tanya Sang Guru“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, pria itu kukuhmenjawab.“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini.Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besoksore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengantenang.” Perintah Sang Guru. Giliran pria tersebut bingung.Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untukmemberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Iabahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudahbetul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botolracun yang disebut“obat” oleh Sang Guru EDAN itu. Dan, iamerasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakansebelumnya. Begitu rileks, begitu santai !!!Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskandari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untukmakan malam bersama keluarganya di restoran Jepang.Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapatahun terakhir. Pikir-pikir ini malam terakhir, ia inginmeninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersendagurau. Suasananya pun menjadi santai banget !Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki dikupingnya,“Sayang, aku mencintaimu. “Karena malam ituadalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenanganmanis!!”Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihatke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan iatergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengahjam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpamembangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkirkopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi ituadalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis !!!Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiaporang. Stafnya pun bingung,“Hari ini, Boss kita kok aneh ya ?”Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadilembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia inginmeninggalkan kenangan manis !!Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadiramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulaimenikmatinya.Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercintamenungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yangmemberikan ciuman kepadanya,“Sayang, sekali lagi aku mintamaaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anakpun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selamaini, Papi selalu stres karena perilaku kami.” Tiba-tiba, sungaikehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadisangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapibagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, soresebelumnya ?Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanyaSang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi,“Buangsaja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh?? Apa bila kauhidup dalam ke-kini-an, apabila kau hidup dengan kesadaranbahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akanmenikmati setiap detik kehidupan ini !!!Leburkan egomu, leburkan keangkuhanmu, leburkankesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlahbersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidakakan pernah bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasiakehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menujuketenangan”..Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru,lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malamsebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernahlupa hidup dalam ke-kini-an. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia,selalu tenang, selalu HIDUP !!!Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul tapimerupakan suatu anugerah untuk dinikmati. “Anda tidak akanpernah menang jika Anda tidak pernah memulai.”


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.