pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


assunnah.karya.indo6.pep.zone

Mengajak kepada kebatilan


G. Mengajak kepada kebatilan
Dari hasil wawancara JIL terhadap Gus Dur itu bisa dilihat bahwa tidak lain hanyalah apa yang dalam istilah Islam disebut الدَّعْوَةُ إلَى الْبَاطِلِ (mengajak kepada kebatilan). JIL mau menyuarakan kebatilan, lalu mencari tokoh untuk berbicara, setelah ketemu lalu suaranya disebarkan.

Kitab Mausu’ah fiqh (ensiklopedi fiqh) terbitan Kuwait, pada juz 20, ada judul ÇáÏøóÚúæóÉõ Åáóì ÇáúÈóÇØöáö (mengajak kepada kebatilan), di sana ditekankan keharamannya, dengan dalil-dalil ayat dan hadits Nabi saw. Bahkan haram pula mendukung serta memudahkan jalannya. Karena Allah swt sudah wanti-wanti, dari ajakan syaitan jin terhadap manusia untuk bermaksiat kepada Allah. Telah Allah khabarkan kepada kita dengan pembicaraan syetan di hari kiamat kepada orang-orang yang sesat dan maksiat yang telah syetan sesatkan. Firman Allah swt:

{ وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إنِّي كَفَرْت بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ } 
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS Ibrahim/ 14: 22).

Demikian pula terhadap syetan-syetan manusia, berkatalah orang-orang yang dulunya diajak kemudian jadi sesat karena ajakan syetan-seytan manusia itu:

{ بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاَللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا }
"(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya". (QS Saba’/ 34: 33).
Allah swt telah memperingatkan nasib penyeru kebatilan dan pengikut-pengikut mereka, Dia berfirman mengenai Fir’aun dan keluarganya:
Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. (QS Al-Qoshosh/ 28: 41).

Al-Qur’anul ‘adhiem telah menunjukkan bahwa penyeru kepada kebatilan itu menanggung dosa dirinya sendiri dan masih ditambahi dengan dosa-dosa orang yang disesatkannya (tanpa mengurangi dosa mereka), sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ(25)
(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu. (QS An-Nahl/ 16: 25).

Ibnu katsir berkata: Penyeru-penyeru (kebatilan) itu menanggung dosa kesesatan diri mereka sendiri dan dosa lainnya, karena apa yang telah mereka sesatkan, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun. Ini dari keadilan Allah Ta’ala. Nabi saw bersabda:

مَنْ دَعَا إلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يُنْقِصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Siapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia menanggung dosa dia sendiri (ditambah dosa) seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.

Dan dalam kitab shahihain, dari Hudzaifah bin al-Yaman berkata:

1095 حَدِيثُ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ نَعَمْ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَسْتَنُّونَ بِغَيْرِ سُنَّتِي وَيَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.