pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.10.pep.zone

Tinggal kenangan

Tinggal kenangan

Hari sabtu tepatnya 5 tahun yang lalu aku ditelepon teman dekatku (direktur di perusahaan tersebut) untuk mengisi acara dalam rangka ulang tahun kantornya yang ke-2 di daerah puncak, kebetulan aku mempunyai group band yang bisa diandalkan karena sewaktu kami masih kuliah dulu kami membiayai kuliah kami dari honor yang kami terima setiap main di cafe-cafe di Jakarta dan Bandung.
Di kantor tersebut salah seorang karyawatinya adalah mantan kekasihku sebut saja "Alex" yang waktu itu aku meminta sahabatku tersebut untuk menerima dia bekerja di perusahaanya setelah Alex lulus kuliah.

Tepat di hari sabtu setelah kami mengisi acara tersebut seperti biasa teman-teman bandku berkumpul untuk saling cerita mengenai kabar masing-masing sambil ditemani Chivas Regal teman setia kami setiap habis main band. Tanpa terasa waktu telah meunjukan jam 1:45 dan bebarapa kawanku sudah tertidur di sofa. Akhirnya aku pergi ke halaman depan villa tersebut sambil duduk di ayunan, tiba-tiba ada suara yang menegurku membuat kaget "Belum tidur kamu?".

Setelah aku menoleh ku lihat Alex telah berdiri di sampingku, kupersilakan ia duduk di sebelahku sambil ku jawab "belum ngantuk" jawabku sekenanya sambil mengalihkan pandanganku ke tempat lain karena aku tahu Alex paling tidak suka bau alkohol apalagi bau itu tercium dari mulutku, akhirnya kami ngobrol kesana-kemari dan tanpa sadar membuat suasana begitu romantis sehingga membuat kepalanya tersandar di bahuku. Kupeluk tubuhnya yang teman-temanku bilang "seksi abis" dengan tinggi sekitar 168 cm dan berat 55 Kg dan buah dada yang berukuran 36B (aku memang sering berhubungan dengannya pada saat kami masih pacaran dulu) entah mungkin dalam keadaan setengah sadar kuberanikan diri mencium keningnya, tiba-tiba ia menatap ke arahku sambil memejamkan mata kuberanikan diriku kembali untuk mencium bibirnya dan akhrinya bibir kami saling berpagutan lama sekali, akhirnya karena cuaca semakin dingin kuajak ia ke kamarku (kebetulan aku mendapat kamar sendiri) mungkin karena temanku tahu apa yang akan terjadi nanti.

Setelah kukunci kamar kutarik ia kembali dan kami saling berciuman dengan penuh kemesraan hingga samar-samar ku dengar "Ahh..., Tom" kuberanikan diriku untuk perlahan-lahan membuka sweaternya lalu bajunya hingga ke celana jeans yang dikenakannya melihat keadaan tersebut aku makin tak kuasa menahan nafsuku yang memuncak, kucoba untuk mengatur diriku untuk memperlakukannya sebaik mungkin (memang sewaktu kami pacaran dulu kami lebih senang melakukannya secara perlahan dan penuh kasih sayang), Alex pun kemudian membuka kancing bajuku satu persatu sambil menciumi dadaku membuatku merinding kegelian dan setalah bajuku terlepas ia membuka ikat pinggangku dan menarik retsleting celanaku sehingga membuat keadaanku bugil sepenuhnya kutarik ia menuju tempat tidur dan mulai kuciumi wajahnya dan turun terus menuju payudaranya sambil kujilati putingnya sehingga perlahan membuat puting tersebut mengeras, kuciumi lagi perut dan akhirnya tiba pada kemaluannya dengan bulu yang tercukur rapi perlahan kujilati kedua bibir kemaluannya, kudengar erangan yang tak asing lagi bagiku apabila sedang bercinta dengannya, "Ah..., Tom, Enak sekalii.., oo..., hh", sambil tangannya membelai-belai rambutku, kujilati clitorisnya selama kurang lebih 5 menit yang membuat dia mengejang kegelian dan berkata, "Tom, apa yang kamu tunggu lagi..., Ayo cepat masukan Tom...", kulanjutkan dengan menjilati clitorisnya sehingga membuat dia mengerang menahan rasa geli disekujur tubuhnya, "Tom, oohh..., berhenti dulu dong.., aku sudah gak tahan..., pelan-pelan sayang..., ohh"

Lalu Alex menarik kepalaku ke atas dan kamipun berciuman lagi lalu ia membanting diriku membuatku telentang perlahan, kepalanya turun dan tiba di kemaluanku sambil menciumi batang kemaluanku serta buah zakarku dijilatnya membuatku seakan terbang melayang menahan geli, dikulumnya kemaluanku sambil ia memainkan lidahnya dan mengocok kemaluanku membuatku mengerang, "Ohh..., hmm Lex, ahh..."

Setelah itu dia jongkok tepat di atas kemaluanku sambil berusaha memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya. "Ahh..., ohh", erangnya saat batang kemaluanku sudah masuk sepenuhnya ke dalam liang senggamanya, dinaik-turunkan badannya hingga membuat eranganku pun tak kalah hebatnya, "Ohh Lex, ahh sudah lama sekali aku tak pernah merasakan kenikmatan ini lagi Ohh...", kemudian Alex menarik tanganku untuk duduk sambil menjilati payudaranya karena posisi seperti inilah yang membuat ia cepat untuk orgasme. Semakin lama goyangannya semakin cepat dan tangannya memelukku erat tiba-tiba ia berkata "Ohh Tomm, aku mmaauu kelluaar..., ohh", digigitnya pundakku (sakit juga sih) sambil kupeluk ia erat "Ohh..., ahh...", aku berusaha untuk membantu ia mempercepat proses orgasmenya. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, pelukannya semakin erat sehingga membuatku sulit untuk bernapas dan akhirnya Alex terkulai lemas. Lalu kubaringkan tubuhnya dan ia berkata "Ayo Tom..., sekarang giliranmu", sambil tersenyum manis sekali. Kumulai menggoyangkan pantatku naik turun semakin lama semakin cepat sampai pada waktunya " Ohh..., Lex aku mau keluar" ujarku dengan sigap Alex menggoyangkan pinggulnya sehingga membuatku semakin tak tahan ingin mengeluarkan spermaku dan kutarik kemaluanku keluar dari liang surganya, lalu dengan sigap di kocoknya kemaluanku oleh si Alex dan akhirnya "Aahh..., crett..., crett..., crett..., ohh", keluarlah semua air maniku membasahi badannya dan mukanya. "Ohh Lex..., uhh sungguh benar-benar luar biasa", ujarku sambil kucium bibirnya dan kulihat senyuman manis itu lagi dari wajahnya sambil ia mengecup keningku, akhirnya kami tertidur sampai pagi.

Saat hendak pulang ke Jakarta Alex pernah mengatakan padaku bahwa ia masih mencintaiku sampai detik ini tapi tidak untuk dapat memilikiku karena memang prinsip kami berbeda, sebulan setelah kejadian itu kuterima undangan darinya dan akhirnya ia menikah dan tinggal di Paris bersama suaminya.


TAMAT


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.