pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.10.pep.zone

Hidup nebeng di tempat saudara memang tidak senyam

Hidup nebeng di tempat saudara memang tidak senyaman tinggal dirumah sendiri. Apalagi yang aku tumpangi itu keluarga atau saudara jauh. Di Jakarta aku tidak punya sanak famili yang dekat. Jadi ketika aku kuliah, aku nebeng di rumah saudara jauhku. Keluarga ini terbilang sangat bebas, urakan, dan nyaris tanpa kontrol orang tua.

Di keluarga tempat aku menumpang, terdiri dari Seorang Ayah, Ibu, satu anak perempuan (sulung) dan satu anak laki-laki. Yang perempuan kusebut saja namanya Rina dan yang laki-laki namanya Andi, Ibunya Dina Martonah, dan Ayahnya Sudrajat.

Aku tinggal bersama mereka sudah hampir satu tahun. Tapi pada suatu hari, dimana rumah itu yang ada hanya aku dan embak Rina. Pada kira-kira jam delapan malam embak Rina yang usianya sejajar dengan aku mengajak aku ke kamarnya. Disana dia sudah memutar film porno. Kayaknya seru banget isinya. Aku tenang-tenang saja tanpa curiga sedikitpun. Tapi setelah berjalan-kira-kira duapuluh menit dan di film itu ada adegan lesbian yang sangat panas, embak Rina merangkulku, aku masih biasa-biasa saja. Semakin lama semakin agresif, dia meraba payudaraku dan aku disuruhnya merebahkan diri dan terlentang di tempat tidur. " Ngapain Embak ?" Tanyaku " Ah...tenang saja kamu, pokoknya siiip " Jawabnya seraya dia melepaskan pakainnya satu persatu dan telanjang bulat dihadapaku. Aku baru mengerti, rupanya dia mau menikmati tubuhku. Terus terang saja, akupun sudah naik birahi sejak melihat adegan-adegan persetubuhan di film tadi. Aku nurut saja apa yang diminta embak Rina. Digagahinay pakaianku dan dibuatnya aku bugil seperti dia. Embak Rina mematikan VCD itu dan dia terus melakukan aktivitasnya melakukan foreplay. Aku masih terlentang telanjang bulat, nafasku ngos-ngossan karena juga merasakan takut dan pengen ngerasain dicumbu. Tetekku dijilatinya dan puting susuku diemut emut oleh embak Rina. Jujur saja, rasanya nikmat sekali, aku semakin bergairah dan semakin naik temperamen sexku. Aku masih diam saja, embak Rina lalu menyuruhku membuka selangkanganku. Ohhh.....dijilatinya memekku hingga lubang vaginaku. Terus dijilati, dan aku semakin bernafsu.

"Aduhhh embak ?! enak banget..." Kataku setengah mengerang. Dia tetap bekerja dengan giat. Seluruh tubuhku dijilatinya dan aduh.....rasanya sudah enggak sabar. " Sekarang kamu layani aku dong ?" Pinta embak Rina. Aku disuruh membentuk posisi seperti angka 69, aku menjilati memeknya dan dia menjilati memekku.

Jari telunjuk embak Rina dimasukkan ke liang Vaginaku, aku merasakan sedikit sakit dan perih. eh..lama-lama kok nikmat banget. Terus jari itu digerakkan maju mundur dan aku semakin nikmat. Aku tak mau kalah, kumasukkan juga dua jariku ke dalam memeknya Rina, dia menggeliat keenakan dan mengerang merasakan nikmat seks nya. " Terus Ma terusss....yang ganas dong ?!" Pintanya memelas. Rina menggoyang-goyangkan pinggulnya seakan memberi respon terhadap dua jariku yang masuk mengocok-ngocok memeknya. Rina tiba-tiba bangun dan mengambil alat mirip ****** laki-laki terbuat dari karet. " Astaga....kamu dapat dari mana Rin?" tanyaku. " Ini senjataku, pokoknya kamu nanti pasti nikmat dan ketagihan " Jawabnya sambil mengacung-ngacungkan penis karet itu. Lalu dia kembali pada posisi semula dan memasukkannya kedalam memekku. Aneh banget kok bisa masuk, padahal aku belum pernah bersetubuh dengan laki-laki. Liang memekku sudah penuh dengan cairan, makanya begitu mudah ****** karet itu masuk. Rina melakukan gesekan maju mundur terhadap alat itu, dan aku semakin nikmat. Sambil memainkan ****** karet itu di memekku, Rina mengemut puting susuku dan OOHhhh...embak Rina, aku...aku.....aku keluar embak, Oh....emabak teruskan...teruskan embak...enak sekali.....Ohhhh...., aku orgasme. Waduh...ini yang namanya orgasme, kok enak ya ?

Sekarang aku yang gantian merangsang Rina, kupeluk dia, dan kucium bibirnya yang mungil itu, kuremas-remas teteknya. Rina semakin panas dan dia minta aku memasukkan dildo itu kedalam memeknya, kulakukan gerakan seperti dia melayani aku tadi. Bedanya, embak Rina sudah kawakan, jadi aku sering menerima petunjuk untuk melakukan dan mencari titik-titik sensitif di tubuhnya. Tidak hanay itu, Rina minta juga agar satu jariku dimasukkan kedalam lubang analnya, aku menurut saja. Kumasukkan perlahan-lahan satu jari kedalam lubang analnya dan kugerakkan seiring dengan gerakan penis karet itu. Rina mengerang terus merasakan nikmat, dan akhirnya dia juga orgasme. Kami sama-sama terkapar diatas ranjang. Tak lama kemudian Rina memelukku dan mencium bibirku, kubalas ciuman itu, dan kami kembali semakin panas. Kami saling memuaskan dengan cara mencari titik-titik sensitif. Seingatku,malam itu aku duakali orgasme, dan rina bisa sampai tigakali.

Sejak saat itu, hubungan aku dan Rina semakin intim, dia begitu sayang padaku dan akupun demikian. Kami akhirnya tidur sekamar terus dan nyaris tiap malam melakukan adegan Lesbian dangan ilmu yang setiap hari semakin bertambah. Aku sudah tidak perduli lagi dengan keperawananku yang hilang begitu saja direngut embak Rina.

Dirumah itu, tidak hanya embak Rina yang punya nafsu sex yang sangat ganas.Mas Andi, adiknya Rina, juga tak kalah kurang ajarnya. Pernah suatu hari dia kupergoki sedang ngintip kakaknya mandi. Juga aku sering di intipnya. Bahkan pada suatu hari, ketika aku sendirian dirumah karena kurang ank badan, Andi tiba-tiba masuk kekamarku. Dikuncinya pintu rapat-rapat dan dia merayuku setengah mati untuk bisa menikmati tubuhku. Katanya dia sangat terkesan akan lekuk tubuhku yang mirip gitar Spanyol. Aku tetap bertahan dan bertahan. Andi sudah berhasil memelukku, menciumku bibirku dan meremas-remas tetekku, tapi aku tetap bertahan agar dia tidak bisa menjamah memekku.

" Kamu jangan munafik Ema !!! Aku tahu, kamu sering melakukan seks lesbian dengan embak Rina, aku sering ngintip kok dari celah jendela. " Kata Andi menuduhku. Aku tergagap mendengar tuduhan itu, aku langsung menunduk. Memang kamar Andi dan kamar Rina bersebelahan, dibagian atasnya disekat dengan kaca, jadi mudah saja mengintip kami bermain sex.

" Okey....okey...aku kalah, jadi apa maumu ? " Jawabku lemas. " Aku mau kamu bersetubuh denganku, puaskan aku seperti kamu memuaskan Rina. " Aku mengangguk, Andi melepas pakaiannya, dan kulihat ******nya besar sekali dan sudah ereksi kencang. Aku juga melepas bajuku, dan kami sama-sama bugil. Tadinya aku tidak bernafsu terhadap Andi, tapi setelah melihat tubuhnya bugil dengan batang kemaluan yang sangat jantan, aku berubah menjandi lebih ganas dari dia. Andi masih duduk dikursi sambil menatapku. Aku berdiri dalam keadaan bugil. Kuhampiri dia perlahan, lalu kutempelkan kedua tetekku di mukanya. Andi menciumi tetekku, lalu mengisap puting susuku. Ku pegangi kepalanya dengan kedua tanganku, kutekan kepalanya ke dadaku agar dia lebih agresif. Rupanya dia merespon, dan terus dijitai tetekku dan mengemut-emut putingnya. Seperti biasa aku menggeliat menahan gejolak nafsu.

Aku sudah tidak sabar, kupegang penis mas Andi dan ku elus-elus. Aduhh...inikah yang namanya penis, barukali ini aku bisa merasakan memegang penis asli. Kutarik Andi keatas ranjang, aku langsung merebahkan diri dengan posisi kaki terlentang dan memek terbuka lebar. Andi langsung menindihku. Aku sungguh tak sabar untuk merasakan penis mas Andi.

" Eh,,ngomong-ngomong, kalau Lu hambil bagaimana ? " Kata andi khawatir. " Enggak mas, aku habis haid, baru hari ini aku bersih. Enggak usah khawatir " sahutku sembil menuntun penis mas Andi masuk kelubang memekku. Aku dipeluknya erat sekali. Gerakan pantat mas Andi maju mundur guna menggesek-gesekkan batang kejantanannya yang panjang dan besar itu. Waduh...rasanya benar-benar selangit, jauh lebih nikmat dari mainannya embak Rina. Andi semakin beringas, gerakannya sudah tak terkontrol, semakin ganas dia dan aku semakin bernafsu.

" Teruskan mas...teruussss, isap dong tetekku, jilati terus mas...terus goyangnya enak banget " Pintaku. Andi tak menjawab, dia menuruti semua petunjukku. Kami ganti posisi, sekarang aku yang diatas, mas Andi dibawah. Aku berposisi seperti kodok jongkok, kugerakan pantatku turun naik, untuk mendapat efek gesekan antara ****** mas Andi dan lubang memekku. Ku ayun terus pinggul dan pantatu, waduh...indah, nikmat, sedap dan Ohhhhhh.......mas Andi sayang, aku keluar mas ....? aku orgasme sambil mencubit pahanya. Andi tersenyum saja, dia tak heran. Rupany Andi telah duluan ejakulasi, sebab tadi kuraskan ada cairan muncrat di dalam lobang memekku. Ooo, itu yang namanya semburan air mani, enak banget....!!!

Aku benar-benar merasakan persetubuhan yang sangat sempurna. Bukan memakai ****** tiruan. Rina memang mesra dan hangat, tapi Andi jauh lebih panas dan ganas. Itu lo, penisnya sangat mengesankan dan tak akan bisa melupakan mainan mas andi.

Hubunganku dengan mas Andi di atas ranjang, sering berlanjut tanpa pengetahuan Rina. Kami melakukan disaat-saat Rina pergi kuliah dan aku pura-pura sakit, lalu setelah rumah sepi aku dan Andi melakukan hubungan badan sepuas puasnya. Mulai dari main di kamar mandi, gaya ******, sek oral dan seterusnya. Andi minta agar aku menjadi pacarnya, tapi aku menolak, sebab aku masih butuh laki-laki lain yang seratus persen perjaka ting-ting. Jika siang hari bersama Andi, malam harinya aku main dengan Rina. Seperti biasa, Rina yang lesbian tiu selalu membuka permainan dengan memutar VCD porno untuk merangsang aku. Siapa takut ? kulayani saja Rina. Aku tahu, pasti dikamar sebelah yang gelap gulita itu, telah mengintip sepasang mata liar kearah aku dan Rina yang sedang bugil.

Bernar saja dugaanku, tiba-tiba pintu diketuk dariluar. Rina kelabakan sekali dan buru-buru mengenakan busana tidurnya. Demikian pula aku, tapi aku lebih tenang. Kubuka pintu, dan Andi sudah berdiri tegak dihadapanku.

" Ngapain kamu Ma ? main ya ? seru banget !! boleh dong aku ikutan ? " Tuduhnya langsung padaku. Aku tak menjawab, aku melihat kearah Rina, Rina tersipu lalu mengusir adiknya untuk keluar. Andi bukannya keluar, malah masuk dan mengunci pintu. Rina ditariknya lalu didekapnya.

" Ngapain kamu ? sudah gila kamu ya " Kata Rina setengah membentak Andi. Andi tersenyum lalu mencoba mencium bibir kakaknya. Rina berontak, namun tak berdaya, tubuh Andi jauh lebih tegar. Rina semakin dalam didekapnya. Mereka berciuman. Rina pasrah kalah. Lalu Andi melepas dekapan dan ciumannya.

" Kamu jangan sok suci Rin, aku tahu, kamu sering nge-lesbi dengan Ema khan ? bahkan hampir tiap malam !!! hayo ngaku enggak ? aku sering ngintip kalian kok. Kenapa kamu sok suci ? barusan juga kamu masih ngesex sama Ema, mau apa kamu ? mau ngeles ? " Kata Andi seraya memegangi pipi kakaknya. Rina menunduk dan membisu. Tiba-tiba Andi menarik gaun tidur Rina keatas, hingga sekujur tubuhnya tampak." Iya kan ? kamu enggak pakai celana dalam ? " Tuduh Andi lagi.

" Iya...iya...iya....mau apa kamu ? aku meang sering main sama Rina, kami sama-sama suka kok? iya khan Ma ? " Kata Rina meminta dukungan aku. Aku tersenyum, Andi juga tersenyum. Rina masih berdiri dihadapan Andi dengan sikap sangat tersipu. Andi membuka pakaian Rina, Rina pasrah diam saja, hingga Rina bugil kembali seperti semula dengan aku. Aku menyaksikan sikap Andi dengan sangat heran. " Lho....lo...lo....Andi, mau apa kamu ? mau main sama kakakmu ? " Kataku terheran-heran ,karena Andi nampak mau nge-sex dengan ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.