pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.pep.zone

Desah Selingkuhmu - 2

Desah Selingkuhmu - 2

Dari bagian 1


Pada cerita terdahulu aku sudah menceritakan pengalaman bagaimana perselingkuhanku dengan Iis dan juga sekaligus adik pamanku Mbak M, setelah kejadian itu aku dan Iis beberapa kali bertemu di hotel dan mengulang serta mereguk dahaga akan seks diantara kami berdua, sampai akhirnya setahun aku tidak bertemu dengannya lagi. Kudengar kini Iis sudah mempunyai seorang anak dari pernikahannya dengan W.

Entah kenapa sejak pagi ini aku terus memikirkan Iis, rasa rindu untuk bersetubuh lagi dengannya begitu kuat dan menggebu, hingga akhirnya kuberanikan diri kembali untuk datang ke rumahnya siang ini disela waktu kerjaku. Kuketuk pintu beberapa kali, seperti biasa rumah itu terlihat lengang dan sepi. Agak lama aku menunggu di muka pintu sampai akhirnya pintu terbuka dan yang membukakannya adalah Imah adik Iis, perlu juga aku ceritakan bahwa Omku MJ menikah dengan seorang wanita ynag sudah menjanda 2 kali yaitu teteh I dan dia membawa 2 orang anak yaitu Iis dan Imah dan keduanya berlainan bapak.

"Eh Kak andi, sudah lama nggak ketemu.. Masuk Kak," ucap Imah seraya membuka pintu.

Suasana rumah persis seperti dulu aku datang lenggang dan sepi.

"Pada ke mana Mah?" ucapku basa-basi.
"Mama jaga warung, Papa kerja.." jawab Imah, "Engg.. Kalo Kak Iis?" tanyaku lagi cepat.
"Kak Iis sudah nggak tinggal disini, dia ngontrak dengan Om W di kota T," lanjutnya.

Ada rasa kecewa dihatiku karena segala hasrat dan pikiran kotorku sejak pagi ini tidak kesampaian. Imah adalah gadis yang beranjak dewasa, tubuhnya ramping dan agak kecil. Tapi kulitnya benar-benar putih mulus dan bibirnya merah merekah yang membuat lelaki manapun akan gemas melihatnya. Saat itu Imah hanya mengenakan kaos you can see/kaos tanpa lengan dan celana pendek olahraga yang sangat pendek dan minim. Sempat aku menelan ludah melihat pahanya yang mulus dan menantang itu, tapi aku berusahan sebisa mungkin menahan gejolak nafsu yang sejak pagi ini begitu menggebu.

"Imah masih sekolah ya?" tanyaku untuk menghilangkan kegalauan.
"Ihh.. Enak aja, makanya Kak Andi sering-sering main dong ke sini, sekarang Imah sudah kerja tauu.." ucapnya dengan gaya manja.
"Oh ya? Wah nona Imah yang cantik ini sudah besar rupanya ya?" lanjutku.

Kulihat Imah tersipu malu, terlihat dari wajah putihnya yang merona merah. Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata ini meluncur dari mulutku, "Imah.. Sekarang kamu bener-bener cantik dan sexy deh.." ucapku sambil menelan ludah.
"Ihh.. Kak Andi gombal ah.." balasnya seraya tertawa renyah dan mencubit pahaku.
"Ehh... Berani nyubit Kak Andi ya? Sakit tau.." jawabku sambil pura-pura menunjukkan rona muka kesakitan.

Kukejar dia yang mencoba menghindar dan berlari kecil dariku. Tiba-tiba Imah terjatuh di karpet ruang tamu karena tersandung pinggiran sofa, akupun tidak kehabisan akal, kuikuti dia dan ikut pula pura-pura terjatuh dan menindih tubuhnya yang telentang di karpet ruang tamu. Tubuhku merapat dengan tubuhnya, dadanya yang tidak terlalu besar tapi sexy itu naik turun seakan menahan gejolak, bagi gadis remaja yang mulai beranjak dewasa itu.

Kupandangi mata dan bibirnya yang merakah itu, spontan saja kubelai lembut rambut dan keningnya, tidak ada gerakan penolakan darinya.. Bahkan ketika kucium bibirnya dan melumatnya dengan penuh bernafsu.. Imah tidak menolak, bahkan melayani pagutan demipagutan bibirku. Lidah kami slaing mnejelajah dan nafas kami berdua mulai tak teratur, dan terdengar menderu terpacu birahi. Tanganku bergerilya dibalik kaosnya, dengan lihai kubuka ikatan tali bra miliknya yang menutupi kedua buah dadanya.

Terasa detak jantung Imah berdegup keras, mungkin dia belum pernah diperlukan seperti ini oleh lelaki ataupun pacar-pacarnya dulu. Kuangkat kaosnya sebagian keatas, hingga kini buah dadanya terlihat jelas dipelupuk mataku, sambil terus kupagut bibirnya, kuremas lembut payudaranya dari bawah sampai puncak putingnya. Imah menggelinjang hebat dan mulai mendesah hebat sambil memejamkan matanya..

"Ahh.. Kak.. Ann.. Ouhh" desahnya membuat libidoku makin meninggi.

Lalu lidahku turun kelehernya.. Kebelahan dadanya.. Dan akhirnya kujilati dan kusedot teteknya yang mulai mengeras.

"Arghh.. Kakk.. Ughh.. Mphh.." Imah mendesah penuh nimat, sambil terus kujilat dan kusedot putingnya, kubuka celana pendeknya, hingga Imah hanya mengenakan celana dalamnya saja yang berwarna biru. Kuraba permukaan vaginanya yang masih tetutup CD, kuremas-remas pelan dan kusodok-sodok dengan jari jemariku yang lihai menggerayangi mekynya.

"Uhh.. Kak.. An.. Di.. Ahh.. Aduhh.. Kak.. Kok. Gi.. Ni sih ahh.. E.. Nakk.. Ohh.." Imah sudah mulai meracau tak kuasa menahan nikmat yang menghinggapi sekujur tubuhnya. Kubuka celana panjangku dan kutuntun tangannya untuk menggengam penisku., kugerakkan tanganya agar membuat gerakan mengocok penisku yang sudah begitu snagat tegang dan tak sabar ingin meraih kenikmatan.

Kulepaskan celana dalamnya, yang tertinggal kini hanya mey-nya yang ditumbuhi bulu-bulu halus dipermukaannya. Kuarah lidahku ke liang kewanitaannya, Imah terhenyak kaget dan matanya terbelalak, karena seumur hidup dia belum pernah diperlakukan seperti ini padanya.

"Kakk.., Uhh.. Ge.. Lii.. Ahh.. Kak.. Andi.. Mphh.. Geli.. Uohh.. Enak.. Me.. Mek Imah.. Ahh.." racau Imah tidak karuan, memeknya mulai basah pertanda birahinya sudah sangat memuncak. Kuarahkan penisku keliang vaginanya, sempit dan tertahan sesuatu..

"Kakk.. Arghh.. Sa.. Kiit.. Imah.. Takut Kak.." ujarnya terputus-putus antara sakit dan nimat.
"Takut apa Mah?" ucapku masih dengan nafas menderu.
"Imah takut hamil kakak.." ujarnya lagi.
"Kalau hanya sesekali tidak akan hamil Mah.." rayuku karena nafsuku sudah begitu membludak, diotakku hanya berkata bahwa hari ini aku harus mereguk kepuasan dari gadis ramping dan mulus ini.
"Ja.. Ngan disini Kak.. Imah takt.. Nan.. Ti ada orang.." nafasnya masih tak teratur.
"Jadi Imah mau kita ke hotel? Emangnya Imah nggak kerja?" lanjutku.
Imah menggeleng, "Imah lagi off Kak.." karena dia bekerja sebagai SPG di sebuah mall makanya liburnya justru pada saat hari kerja.

Kupacu motorku kedaerah menteng, dan kucari hotel yang bertaraf sedang, tidak terlalu mewah tapi cukup untuk berdua tuntaskan hasrat, dalam hati aku tertawa, gila.. Dulu hotel ini kupakai bersama Iis, kini dengan Imah adiknya walau mereka berasal dari dua bapak yang berbeda. Kuparkir motorku dan bergegas menuju resepsionis, agak tergesa memang, karena nafsuku yang sempat membludak tadi menjadi tertunda.

Sesampai dikamar hotel kulumat rakus bibirnya dan smabil dengan posisi berdiri kami tanggalkan semua pakaian yang melekat ditubuh kami. Bagai dua orang yang sangat haus dan lapar akan seks, kami berdua saling bercumbu dan berguling diranjang hotel yang empuk, kini Imah benar-benar meluapkan nafsunya karena sudah tidak ada lagi rasa khawatir di didrinya akna ada orang yang melihat. Kujilati tetenya yang mengeras dan kusedot putingnya membuat Imah mendesah dan meracau sejadi-jadinya.

"Kakaak An.. dii ahh.. Teruuss.. Terussiin kaka.. Auhh.. Imahh enakk nihh.." Imah menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan benar-benar kewalahan akan seks dan kenikmatan yang baru direguknya.

Kujilati memeknya yang basah oleh cairan, kujelajahi liang surgawinya dengan lidahku dan sesekali menghisap dan menggigit kecil klitorisnya, tubuhnya menggelepar.. Tanganya meremas rambutku dan Imah menggigit bibirnya saking nikmatnya. 10 menit berlalu dan jilatanku pada memeknya makin liar dan menjadi-jadi. Tiba-tiba tubuhnya mengejang, tangannya mencengkram rambutku begitu kuat, setengah histeris Imahh berteriak dan mendesis..

"Ahh.. Kaa.. Imaahh.. Ke.. Luarr.. Ahh.."

Lalu semenit kemudian tubuhnya lunglai dan terkulai lemas diranjang. Kubiarkan Imah menikamti orgasmenya.. Kujilati tetenya dan sesekali kuciumi bibirnya, sampai akhirnya libidonya kembali bangkit. Kuarahkan penisku kemulutnya, Imah sempat menggelemg tidak mau melakukannya.

"Imah belum.. Pernah Kak.." ucapnya pelan.
Aku tersenyum dan berkata, "Pelan-pelan Mah.. Kak Andi ajari.."

Pertama Imah mengoral penisku terasa giginya mengenai batang penisku dan membuat ngilu, tapi 5 menit kemudian dia sudah lihai dan benar-benar pandai mengocok penisku dimulutnya.. Penisku makin mengeras dan Imah makin ketagihan dan makin cepat mengocok penisku didalam mulutnya, aku mengerang penuh nikmat..

"Arghh.. Imah.. Oh.. Ka.. Mu pintarr.. Sayaang.. Ohh.. Iya teruss.. Enaak.." racauku.

Kukeluarkan penisku dari mulutnya, lalu kuarahkan pada vagina yang sudah licin setelah orgasmenya yang pertama tadi, kini penisku setengah masuk ke memeknya..

"Ouh.. Maasih.. Sa.. Kit Kak..". ucap Imah denga wajah meringis..

Kutarik keluar pelan-pelan.. Lalu kuhujamkan lagi lembut, makin lama penisku makin terbenam kedalam liang memeknya yang sempit.. Dan ketika kurasa tinggal sedikit lagi kutekan agak keras..

"Ahh.. Kakk.. Imah setengah menjerit"

Karena kaget ketika seluruh penisku amblas didalam liangnya. Kumaju mundurkan pantatku, dan terdengar suara decakan dari liang surgawinya, kugoyang sedikit penisku sehingga membuat memek Imah berdenyut-denyut.

"Ahh.. Kakakk.. Enaak.. Kak.. Benerr.. Dehh.. Uhh.. Teruss.. Imah.. Inginn.. Ini.. Teruss.. Ahh," racau Imah lagi.

Kugenjot makin cepat.. Cepat dan cepat..

"Imahh.. Ohh.. Memekmu sempit mah.. Uhh.. Nikmatt" desahku ke enakan..
"Kak andi.. Ihh.. Kok ginii sihh.. Enakk bangett.. Ahh.. Imahh nggak tahaan nih.. Kakk.." Imah mendesah hebat.

Genjotan penisku di liang memeknya makin menggila dan kurasakan penisku mulai berdenyut-denyut siap memuntahkan sprema. Tubuh Imah bergetar dan mengejang hebat..

"Kakk.. Ahh.. Teruss.. Dikiit lagi.. Imahh mau.. Keluarr lagii.. Ouhh," desah Imah panjang mengiringi orgasmenya.

Akupun ingin tuntaskan permainanku dan mencapai orgasme.. Aku menggeram hebat dan nafasku makin menderu..

"Aku.. Ju.. Ga.. Ma.. Uu.. Keluarr Mahh.. Arhh"

Tubuhku terkulai lemas diatas tubunya, kami bersimbah peluh dan saling tersenyum penuh nikmat. Kamipun melakukannya lagi dan benar-benar memuaskan dahaga seks kami berdua hingga siang berganti malam.


E N D


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.