pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.pep.zone

Di Balik KKN 2: Aku Yang Semakin Terpuruk

Di Balik KKN 2: Aku Yang Semakin Terpuruk

Dari bagian 2

Ratu iblis betina..

Tiga minggu sesudahnya..

Saat ini aku sedang merenung mencerna apa yang ada di benak kakakku Lisa setelah ia kehilangan keperawanannya di tangan bandot tua Pak Joko. Aku merasa bersalah juga karena aku membayangkan sesuatu yang jelek dan akhirnya kejadian betulan. Juga, aku tak berusaha mencegah peristiwa itu terjadi malah aku menonton sampai akhirnya mendapat kepuasan juga. Tapi, salahkah aku dalam hal ini?
Ketika itu bukannya aku tidak mau mencegah namun aku sama sekali TIDAK TERPIKIR untuk melakukannya dan aku terpana akan apa yang kulihat. Seolah jarum waktu berhenti berdetak ketika itu dan aku terjebak di dalam kebekuan waktu. Sampai setelah semuanya terjadi baru aku menyadarinya.

Namun ada hal aneh pada diri kakakku. Ada yang tidak sesuai. Setelah peristiwa itu kakakku masih tetap bersikap manis kepada Pak Joko bahkan beberapa kali ia tidak menolak meladeni dia lagi. Memang, paman dan terutama bibiku pasti berusaha keras dan memaksa dia untuk melayaninya dengan sebaik mungkin. Namun aku bisa melihat bahwa ia melakukan itu bukan terpaksa melainkan sungguh-sungguh! Anehnya, walau kakakku mencoba melawan dan mengeluh pada tanteku, namun di dalam kamar ia selalu benar-benar melakukan dengan sungguh-sungguh.

Oooh.. Kini aku mengerti semuanya. Kakakku bukanlah korban yang terjerumus tetapi ia juga AKTRIS utama dari semua ini. Sesuatu yang menurutku merupakan aib, baginya adalah sebuah berkah. Dari sejak awal memang dia menginginkan semua ini! Demi keuntungan material bagi dirinya, ia rela menyerahkan tubuhnya kepada seorang pembeli yang tepat. Namun dia tidak perlu terburu-buru ataupun menunjukkan inisiatif kesana. Karena dia tahu hal itu pasti akan terjadi. Cepat atau lambat pamannya akan mengorbankan dia kepada pejabat penting demi kepentingan bisnis. Bagaikan pemain catur ulung, ia sudah tahu beberapa langkah ke depan yang akan dilakukan oleh lawannya.

Ketika itu bukannya obat perangsangnya" terlalu kuat", tapi tanpa itu pun sebenarnya sudah jalan. Ia membiarkan dirinya seolah masuk dalam jebakan. Dari sejak kecil memang ia matre dan sangat membenci kehidupan melarat di kota kecil. Sementara itu ia mengelabui bibiku dengan menunjukkan bahwa sepertinya ia tak tahan. Ia tidak mau mereka melihatnya" terlalu bersemangat" yang akibatnya membuat mereka curiga. Ia membiarkan bibiku mengira ia melakukan ini semua karena terpaksa dan sesuai dengan skenario sang bibi. Namun aku yakin, pada saat yang tepat nanti ia akan memberontak dan jadi pemenang dari permainan ini semua. Bibi dan pamanku terlalu underestimate kakakku. Kalau bibiku adalah iblis betina, kakakku adalah ratu iblis betina-dengan penampilan bidadari.

Namun apa pun itu, semuanya tak bisa lepas dari observasi tersembunyiku.

Si Manusia Tanpa Guna

Setelah aku mengetahui semuanya, aku jadi muak dengan kakakku. Kini aku tidak mempunyai siapa-siapa. Semua orang punya maksud dan tujuan sendiri dan saling memanfaatkan yang lain. Ketika peristiwa itu, sepertinya memang lebih baik kubiarkan saja. Kalau kucegah malah akan merusak skenario ketiga belah pihak, paman-bibiku, Pak Joko, dan kakakku sendiri. Lalu kini setelah mengetahui semuanya, untuk apa aku membela kakakku atau membalas mereka?
Bukankah ini sejalan dengan kemauan mereka semua?
Aku jadi makin terpuruk. Memang aku ditakdirkan menjadi si manusia tanpa guna. Tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali menerima nasibku sebagai seorang pesuruh dan mengikuti apa yang mereka mau. Dengan begitu mungkin aku menjadi sedikit ada guna. Sigh..

Apabila teringat janjiku untuk membalas perbuatan mereka seolah-olah mereka semua sedang mentertawakan kebodohanku. Jangankan untuk membalas, menolong diriku saja tidak sanggup. Kubayangkan kakakku sedang memamerkan mobil barunya (yang baru diberikan pamanku sebagai" hadiah lulus SMU"). Pamanku duduk di gelimangan uang emas dan tanteku berkalung mutiara berlian sedang tersenyum sinis kepadaku. Pak Joko sedang memeluk kakakku sambil meraba-raba dadanya yang telanjang tertawa terkekeh melihatku kebingungan.

Seolah ia berkata," Lihat betapa kakakmu menikmatinya. Lalu apa yang mau kamu lakukan?"

Kalau sudah begini, jangan salahkan kalau akhirnya aku balik lagi memainkan peranku sendiri yaitu ke hobi awalku mengintip kakakku yang dengan semangatnya melayani semua kemauan Pak Joko sambil masturbasi.

Sepuluh bulan kemudian..

Bisa ditebak bahwa pemenang tender proyek itu dan juga berikut-berikutnya adalah perusahaan pamanku. Tak lama sesudah itu, pamanku membeli rumah sebelah dan menyambungnya. Mereka berdua tinggal di rumah yang baru sementara aku dan kakakku tetap tinggal di tempat yang lama, memberikan keleluasaan bagi Pak Joko untuk memuaskan hasratnya. Boleh dikata kini kakakku sudah resmi" diangkat" jadi peliharaan Pak Joko. Makin sering saja Pak Joko datang ke rumah dan kakakku sekarang memanggilnya" Mas" bahkan aku juga harus memanggil" Mas" kepadanya sebagai" suami" dari kakakku. Yah apa boleh buat, karena aku juga dapat makan dari dia.

Kini hubungan mereka jadi makin liar dan menggairahkan. Terutama kakakku yang kini makin pandai memuaskan" suaminya" di tempat tidur. Sekarang mereka tidak malu-malu lagi menunjukkan keintiman mereka di depanku. Kini kakakku suka tidak memakai bra apabila ada Mas Joko. Mereka bebas berciuman di depanku. Kadang Mas Joko suka meraba-raba payudara kakakku atau tangannya masuk ke dalam roknya atau yang lain di depanku. Sepertinya ia ingin memamerkan kepadaku bahwa kakakku adalah mainannya. Juga sekarang mereka dengan enaknya menyuruhku menyiapkan makanan buat mereka sehabis mereka bercinta.

Ketika aku disuruh masuk ke kamarnya, mereka berdua sedang berpelukan telanjang di dalam selimut. Mas Joko dengan enaknya menyuruhku mencuci bajunya atau menyemir sepatunya. Apabila ada yang tidak beres sedikit, ia memaki-makiku. Kini aku benar-benar menjadi kacung yang sebenar-benarnya. Sebagai satu-satunya hiburan, aku makin sering melakukan masturbasi sambil mengintip mereka. Apalagi hanya itulah saat dimana aku tidak harus melayani mereka.

Suatu hari Mas Joko datang ke rumah dan kakakku juga baru datang. Kakakku memakai baju lengan panjang warna gelap dan celana panjang. Walaupun memakai baju lengan panjang warna gelap, tetap saja kelihatan sexy. Dadanya kelihatan menonjol. Tak lama kemudian mereka berdua masuk ke kamar. Timbul niatanku untuk mengintip apa yang mereka lakukan kali ini. Mula-mula mereka ngobrol saja sambil bercanda. Tak lama kemudian mereka berciuman, lalu saling membuka baju masing-masing sampai akhirnya keduanya telanjang bulat. Tubuh kakakku masih tetap indah saja walaupun telah sering dimainin oleh Mas Joko.

Keduanya makin seru berciuman, lalu Ci Lisa mendorong tubuh Mas Joko ke ranjangnya. Ci Lisa berada di atas, mereka berciuman sambil tubuhnya menempel. Dada Ci Lisa menempel ke dada Mas Joko. Lalu Ci Lisa menciumi leher Mas Joko dan turun ke bawah ke dadanya, memainkan lidahnya di putingnya, dan tangannya mengelus-elus 'jago' nya Mas Joko sambil menempelkan dadanya di bagian perut Mas Joko. Sementara Mas Joko membelai belai punggung Ci Lisa yang putih dan sesekali membelai rambut sebahunya yang dicat agak kecoklatan itu.

Mas Joko mengerang-erang kenikmatan karena 'jago'nya dielus tangan halus Ci Lisa dan merasakan dadanya yang empuk menempel ke perutnya yang agak buncit. Lalu Ci Lisa meneruskan kecupan-kecupannya dan jilatannya ke sekujur tubuh Mas Joko. Mulai dari leher, dada, perut, bawah perut, paha, tangan, bahkan kesepuluh jari-jarinya juga diemut satu-satu sementara matanya menatap mata Mas Joko! Sementara Mas Joko juga tidak tinggal diam, kedua tangannya membelai-belai tubuh putih mulus Ci Lisa terutam bagian dada, paha, pantat, dan sekitar vaginanya. Namun bagian yang sering dijamah adalah dada dan vaginanya.

Rupanya Mas Joko menggemari bagian dada terutama puting Ci Lisa. Ia sering menjilati, menyedot-nyedotnya atau memainkannya dengan jarinya. Lalu sekarang Ci Lisa beralih ke kaki. Mulai dari paha di dekat penis Mas Joko, turun ke bawah sampai pergelangan kaki. Rupanya mereka sedang main mandi kucing. Akhirnya tinggal satu bagian tubuh itu yang belum dijamah lidah Ci Lisa yang kini akan dilakukannya! Ci Lisa menjilat seluruh bagian penis Mas Joko mulai dari pelirnya sampai ke ujung atas. Diulangi lagi. Sekali lagi, kali ini jilatannya berputar ke bagian depan penisnya.

Kemudian ditempelkan penisnya ke pipinya, hidung, pipi satunya lagi sebelum ujung lidahnya menyentuh ujung penisnya kemudian lidahnya dimainkan di ujung penisnya, lalu berputar turun ke bawah sampai ke bagian pangkal kepalanya. Kemudian Ci Lisa melakukan deep throat seperti di film bokep, menyeruput dan mengemut penis coklam hitamnya Mas Joko masuk ke dalam mulut Ci Lisa sampai mentok! Ia melakukan itu beberapa lama sambil dadanya ditempelkan ke kaki Mas Joko. Kudengar suara mulut Ci Lisa ketika mengemutnya. Bagian putingnya menempel di persis di bawah lutut Mas Joko. Kedua tangan Mas Joko memegang kepala Ci Lisa ikut menggerakkan kepalanya mengemut penisnya. Ia benar-benar menunjukkan kemachoannya di atas ranjang. Mas Joko sepertinya benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa. Tapi hebat juga dia, walaupun sudah diemut oleh Ci Lisa begitu masih belum keluar juga.

Beberapa saat kemudian Ci Lisa menghentikan aksinya lalu giliran Mas Joko yang beraksi. Ci Lisa berbaring telentang, kedua kakinya dibentang lebar-lebar oleh Mas Joko sampai aku juga bisa melihat klitorisnya. Mas Joko menindih tubuh Ci Lisa menciuminya di bagian bibir, kemudian leher. Lalu tanpa basa basi Mas Joko langsung memberikan kejutan dengan menyeruput bagian vagina Ci Lisa. Dari sekitar daerah vagina sampai ke klitorisnya. Lidahnya memainkan klitorisnya, bahkan masuk ke dalam liang vaginanya dengan bantuan kedua tangannya.

Tentu saja Ci Lisa mengerang-erang dan mendesah-desah. Sampai beberapa saat setelah puas, Mas Joko menghentikan aksinya, namun vagina Ci Lisa menjadi basah kuyup! Kemudian Mas Joko bergerilya di atas. Tangan kiri memainkan puting kirinya, mulutnya menikmati puting kanannya, dan tangan kanannya menjamah vaginanya. Sementara tangan kanan Ci Lisa kembali mengelus 'jago' Mas Joko. Sempat beberapa saat mereka saling memuaskan begitu. Lalu Mas Joko kembali menyedot-nyedot dan memainkan lidahnya di bagian vagina Ci Lisa. Tak lama setelah itu Mas Joko memasukkan penisnya ke vagina Ci Lisa yang sudah kuyup itu. Tak ayal lagi, hanya beberapa saat ia memompa, Ci Lisa mengalami orgasmenya yang pertama.

Setelah beberapa saat menikmati cengkeraman vagina Ci Lisa, Mas Joko menarik penisnya yang kini jadi basah, lalu memainkannya di sekitar payudara Ci Lisa, menjepitnya. Lalu Ci Lisa mendorong Mas Joko sampai telentang. Penisnya berdiri tegak. Lalu ia menggerak-gerakkan kedua payudaranya ke penis Mas Joko. Menyentuhkan putingnya sendiri ke ujung penis Mas Joko dan terkahir menjepitnya dan menggesek-gesekkan diantaranya. Lalu Mas Joko giliran mendorong Ci Lisa sampai telentang. Ia jongkok di wajah Ci Lisa, penisnya didekatkan ke mulut Ci Lisa, kembali Ci Lisa menjilat sekujur penisnya dari buah pelirnya sampai ujung penisnya.

Lalu Mas Joko memasukkan penisnya ke dalam mulut Ci Lisa, memaju mundurkannya sambil kedua kalinya ditekuk dan menjepit kepala Ci Lisa. Namun Mas Joko masih belum ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.