pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.3.pep.zone

PRIVATE TEACHER Part IV


PRIVATE TEACHER Part IV
Terus terang Aku ragu, apakah ini sudah pada sasaran yang benar ? karena menurutku ini terlalu ke bawah.
Tapi karena didorong, Aku langsung saja menghunjam, dan mentok.
"Aauuuw..... pelan2 sayang..."teriak Tante.
"Oh... maaf Tante...."bisikku. Aha, aku dipanggil dengan "sayang".
"Tusuk pelan-pelan ya.... punyamu gede banget sih...."
Aku lalu mendororng penisku pelan2, terasa hangat di kepala penisku. Tapi masih mentok seperti terbentur tembok.

Tante makin melebarkan bentangan kakinya, dan lalu ikut mendorong. Terasa olehku masuk ke lubang yang hangat. Ooh enaknya....
Tante melenguh
kudorong lagi.
Tante merintih.
Kulihat kepalaku sudah tenggelam.
Kudorong lagi.
Tante mengerang. Aku khawatir, jangan2 Tante kesakitan.
"Kenapa Tante...."bisikku.
"Terus aja....terus"
Akupun terus sampai seluruh batang penisku "hilang".
Tante mendorong pinggulku menjauh, Ooh nikmatnya ... kurasakan batang penisku bergesekan dengan liang vaginanya. Sampai ke leher penis, Tante menekan lagi. Benar ! memang nikmat....
Aku lalu tahu apa yang harus kuakukan, tusuk dan lalu tarik membuatku enak.

Gimana dengan Tante ?
Tubuhnya bergerak-gerak tak karuan, mulutnya menceracau tak beraturan, mata terpejam kepala mendongak.
Tubuhku dipeluknya erat sekali.
"Nanti.... kalau....mau keluar.... bilang yah..."bisiknya terpatah-patah di dekat telingaku. Aku hanya mengangguk-angguk. Aku mengerti apa yang dia maksud. Pengalaman bermasturbasi memberitahuku apa arti "keluar" itu. Keluar cairan putih dari kelaminku.

Aku terus memompa sampai suatu saat terasa amat geli-geli di penisku. Kupercepat pompaanku, saatnya hampir tiba. lalu dengan cepat Aku mencabut. Tante terkejut, wajahnya menyiratkan "tak rela" aku mencabut kelaminku. Lho.... kan Aku cuma menuruti perintahnya. Aku lalu tumpah di perut Tante, Aku bagai melayang-layang, tubuhku seperti tak menyentuh kasur....

Tapi gelinjangan tubuh Tante tak berhenti. Diraihnya tanganku dan digesek-gesekkan ke selangkangannya. Aku menuruti saja, habis bingung sih ... tak tahu apa yang terjadi dengan Tante. Beberapa saat kemudian Tante menghentikan tanganku, penghentian yang tiba-tiba. Kupandangi wajahnya, menyiratkan rasa kecewa yang sangat. Aku bingung. Kudekati dia, kupeluk tubuhnya.
"Kenapa tante?"
Tante tak menjawab. Tubuhnya menunjukkan kegelisahan. Tapi lama-lama dia diam sendiri.
Mendadak aku diliputi rasa bersalah. Dengan kurangajarnya Aku berani memasukkan kelaminku ke dalam tubuh Tante. Dengan jahatnya Aku melakukan hubungan seks dengan isteri Oomku. Sekarang dia kelihatan kecewa atau bahkan marah.
"Maafkan saya Tante...."
Tante memalingkan wajah, menatapku.
"Bukan salahmu Din.... ini salah Tante sendiri..."
"Saya juga salah Tante...."
"Sudahlah....."katanya kemudian.
"Saya sudah kurang ajar berani2nya melakukan..........."
"Ooh.... bukan itu Din, maksud Tante..... Okay Tante jelaskan ya"
"Sebelumnya Tante nanya dulu, kamu rasakan enak gak tadi?"
"Enak banget .... baru kali ini saya merasakan hubungan seks"
"Bener, ini yang pertama kali?"
"Benar Tante. Saya belum pernah"

Dia menerangkan tentang puncak hubungan seks pada lelaki dan wanita, tentang orgasme. Aku jadi mengerti kenapa aku tadi serasa melayang-layang saat Aku "keluar". Dan akhirnya aku juga paham kenapa tadi Tante kecewa. Tante belum sampai orgasme. Mau gimana lagi, waktu tadi aku tusuk-tarik begitu enaknya, otomatis aku mempercepat gerakan supaya enaknya jadi "banyak". Saking enaknya aku rasakan geli-geli yang luar biasa dan tak bisa kutahan.
"Kalau begitu sudah sepantasnya saya minta maaf membuat Tante tadi kecewa"kataku.
"Engga Din.... ini salah Tante. Tante lupa bahwa kamu baru pertama kali. Tante terlalu berharap tadi...."
"Baik Tante, saya tadi terlalu cepat orgasme sementara Tante belum...."
"Okay, gak pa-pa. Kan baru pertama kali, lama-lama kamu nanti akan belajar dari pengalaman...."
Belajar dari pengalaman !
Itu artinya hubungan seks dengan Tante tak hanya kali ini saja. Ini yang membuatku ber-bunga2, habis .... hubungan seks ternyata nikmat banget .... Beda jauh nikmatnya dibanding dengan kalau kulakukan sendiri dengan onani.

Dengan refleks Aku memeluk tubuh Tante dan menciumi pipinya.
"Eh...eh... ada apa ini..."
"Tanda ucapan terima kasih, Tante"
"Untuk apa?"
"Tante telah membuat saya merasakan nikmatnya hubungan seks"
"Oh iya?"
"Iya, Tante"

Aku bangkit mengambil kotak tissu, kubersihkan perut Tante dari ceceran maniku.
"Badan Tante bagus banget...."
"Ih....tahu apa kamu" Persis komentar yang tadi sewaktu Tante dengan pakaian senam.
"Putih. mulus, halus..... Mana ada yang kaya gini di kampung saya"
Tante hanya diam, entah senang atau tidak atas pujianku yang jujur.
"Di kompleks sinipun gak ada yang kaya gini"
"Emang kamu udah lihat tubuh berapa perempuan"
"Bukan begitu Tante, Gak ada yang seputih dan mulus kaya Tante..."
Tante masih diam.
"Cantik, lagi"
"Udahlah......"

Tante ...
Cobalah

...bangkit ke kamar mandi, lalu setelah dia keluar aku juga masuk untuk bersih2.
Tante tak langsung berpakaian seperti yang kukira, tapi masih tiduran di ranjangku dan masih telanjang bulat.
Tak bisa kubayangkan indahnya pemandangan ini. seorang wanita yang masih tergolong muda dengan tubuh yang begitu indah sedang tergolek telanjang di tempat tidurku. Aku tak jadi berpakaian seperti yang kurencanakan tadi sehabis cuci2, tapi ikut terlentang di sebelah tante.

"Din...."
"Ya Tante?"
"Kamu jangan bilang ke siapapun tentang yang kita lakukan ini ya..."
"Engga dong Tante, saya juga tahu Tante"
"Termasuk ke teman2mu"
"Pasti"
"Juga Oom kamu"
"Apalagi...."
"Okay....deal ya"
"Deal"
Hening lagi.

"Boleh saya nanya, Tante"
"ya boleh"
"Tapi ini ada hubungannya sama Oom"
"Ada apa sih"
"Tante gak marah?"
"Gimana mau marah orang belum tahu mau nanya apa"
Aku ketawa, kucium pipi Tante.
"Dah, mau nanya apa"
"Kalau sama Oom, Tante nyampe orga..... apa tadi, orgasme gak?"
Tante diam. Aku jadi menyesal menanyakan.
"Emmm.... nanti aja Tante jawab. Gak sekarang"
"Baik Tante. Gak marah kan ?"
"Enggaaa...."

"Sekarang Tante yang nanya"
"Silakan Tante"
"Kamu pernah onani?" kaget juga aku. Aku diam.
"Pernah gak?"
"Pernah Tante.... 3 kali"jawabku jujur.
"Oh iya.... Apa yang membuat kamu lakuin itu"
"Ya.... terrangsang"
"Iya Tante tahu, terangsang sama apa"
"Sama....... tapi sebelumnya saya minta maaf ya"
"Sama apa?" desaknya.
"Waktu ngeliat paha Tante...." Tak ada komentar.
"Juga dada Tante...."
Aku lalu ceritakan semua tentang selama ini yang mengintipinya.
"Tante marah ya ...."
"Engga lah. Justru tante yang mustinya minta maaf"
"Engga dong, saya yang udah kurang ajar ngintipin"
"Okaylah.... saling minta maaf" Kucium pipinya, Tante balas mencium pipiku. lalu kami berpelukan. Bungkahan halus di dadanya menekan dadaku, dan penisku mulai menggeliat. Kami lalu berpagutan, kulumat bibirnya dan kumainkan lidahnya dengan lidahku.

Tangan Tante menyusuri tepi pinggang dan pinggulku, lalu ke selangkanganku, di elus2. makin teganglah dia.
"Punyamu besar...."
"Ah masa....."
Kuraba-raba buah dadanya, membuat penisku mengeras.
Digenggamnya penisku lalu digosok-gosok, persis seperti yang kulakukan waktu onani. Kini penisku udah benar2 keras.
"Masukin Din......"
Aku bangkit, pahanya kubentang lebar. Aku sekarang tahu apa yang harus kulakukan. Kugesek-gesek kepala penisku ke seputaran liang kelaminnya, Tante melenguh. Beberapa saat kemudian aku mulai menusuk. Tante merintih. Sesuai pengalaman tadi, aku mulai memompa. Mulut Tante menceracau. Tak seperti tadi, walaupun sudah lumayan lama aku memompa Aku belum merasakan geli-geli. Aku makin cepat. Ada pengalaman baru, rupanya enak juga kalau menusuk perlahan dan menariknya pelan2. Aku lalu membuat variasi pompaan, cepat dan pelan. Tante semakin "kacau".

Ada pengalaman baru lagi. Tante menekan pantatku erat2 dan lalu memutar-mutar pinggulnya, membuat penisku yang didalam serasa dipelintir. Akupun tak mau kalah, membalasnya dengan "mengebor" kelaminnya. Variasi baru selain gerak tusuk cepat-lambat. Sampai mendadak kurasakan mulai geli2. Walaupun mati2an aku menahan, aku tak kuasa. Cepat2 kucabut dan aku meledak diperutnya lagi.
Kulihat wajah Tante. Aku tak bisa menebak ekspresinya. Aku rebah di atas tubuh Tante dengan lemas.

Beberapa saat kemudian....
"Tante sampai ...?"bisikku.
Diam sebentar, lalu
"Belum Din... hampir, tapi kamu lebih lama dibanding tadi...."
"Tante kecewa lagi dong"masih berbisik.
"Engga Din.... Tante cukup puas kali ini...."
Tiba-tiba Tante mendorong tubuhku dan bangkit.
"Bentar lagi Si Mar dateng...."
Astaga..... Aku tak pernah memikirkannya. Untung Tante ingat ...

***

Pengalaman pertama yang sungguh tak akan terlupakan seumur hidupku itu membuatku ketagihan. Seusai sekolah Aku langsung mencari Tante dan mangajaknya bersetubuh. Aku benar-benar menikmati aktivitas seks dengan isteri Oomku ini. Malahan pernah dilakukan di kamar Oom dan Tante, sebab ada mbak Mar. Tante mengalasi tempat tidurnya yang sudah ada sprei dengan selimut kecil untuk area kami berhubungannya seks. Lalu langsung mencuci selimut itu sesudahnya. Dia selalu berpesan kepadaku untuk tidak menumpahkan mani setetespun ke sprei. Untuk menghindari kecurigaan Oom.

Hari kedua dan ketiga setelah pengalaman pertamaku itu Tante belum juga berhasil mencapai orgasme. Tepatnya, Aku belum bisa membawa Tante ke puncak hubungan seks itu, padahal Aku selalu sampai. Pada hari keempat akhirnya Tante "dapat" juga.
"Kamu kok lama sih...."bisiknya Tante waktu itu.
"Engga tahu Tante...." Aku terus memompa, dengan ...

...segala variasi yang telah "kupelajari".
Hingga suatu saat Tante memelukku dengan amat kencang, kemudian tubuhnya berkedut-kedut beraturan beberapa kali. Dikuncinya kedua kakiku dengan belitan kedua kakinya ketika Aku mulai memompa lagi segera setelah kedutannya berhenti.
"Kalau Tante sedang begitu, kamu diam aja dulu"ajarnya.
Ini pengalaman pertama ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.