pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cleopatraxxx.pep.zone

Di Kost2an

Setelah mendapati pintu pagar yg sudah terbuka aku
mengendap-endap menuju pintu rumah, kucoba membuka ternyata tidak terkunci,
akupun melongok ke dalam apakah ada yg orang di sekitar ruang tamu, ternyata
sepi, tanpa kusuruh Wulan yg dari tadi mengikutiku langsung masuh ke dalam dan
duduk di sofa.


Aku segera melihat jalur menuju kamarku, tempat kostku
terdiri dari 2 rumah aku memilih rumah yg lebih kecil karena isinya lebih sedikit
cuma 6 orang di rumah sebelah bisa 20 orang. Selain itu di sini juga lebih
nyaman.


Setelah melihat situasi sepi dan rupanya bibi lagi mandi dan
keponakannya masih di kamarnya, aku segera mengajak Wulan masuk ke kamarku.


Kamarku terletak di lantai 1 dan bersebelahan dengan kamar
yg paling besar dan memiliki kamar mandi sendiri, karena tarifnya paling mahal
(VIP), dia teman baik karenanya sering kuncinya dititipin aku kalau dia lagi
pulang kampung supaya bisa dibersihkan dan akupun sering mandi di kamar
mandinya, karena pintunya yg satu menghadap ke halaman yg kamarkupun ada pintu
ke situ.


Karena masih capai aku membaringkan tubuhku di ranjangku,
tetapi sesaat kemudian kulihat Wulan melepaskan bajunya dan roknya, aku
kegerahan katanya, memang aku belum nyalain ac krn takut menarik perhatian
bibi. Di bawah cahaya lampu kamarku yg terang benderang aku sangat terpesona
melihat tubuh Wulan yg begitu lancer kakinya kecil dan mulus perutnya sangat peres
tetapi ketika aku melihat atas terlihatlah gundukan yg begitu penuh seakan
kotangnya tidak sanggup menahan, aku melihat lehernya yg jenjang dan bersih
ketika dia mengangkat kedua tangannya terlihat ketiaknya yg mulus seperti belum
pernah ditumbuhi bulu-bulu, dia mendekat ke ranjang dan dari dekat sekali aku
melihat cd-nya yg begitu tipis dengan warna khas cewe pink, terlihat samara-samar
kehitaman di ujung bawahnya.


Wulan langsung menubrukku dan menindih tubuhku dan tersenyum
penuh arti, aku tidak tau apa artinya aku pikir mungkin dia sedang nafsu. Dia
berkata ayou lepaskan sambil membuka sabukku dan melorotkan celanaku, kemudian
kasoku dan tanpa menunggu kaosku kulepas di meraih cd-ku. Aku berbaring di
ranjang membiarkan Wulan memandangi penisku, kok gede amat nih, ih gemes aku,
kepalanya mengkilap sering kamu minyakin ya katanya bercanda, Barangmu keras
skl sampe gak bisa dibengkokkan lho.


Aku meraihnya dan kupeluk sambil kucium bibirnya pelan, dia
merespon dengan melumat habis lidah dan bibirku sambil mulai menciumi leherku,
aku tersentak karena sepertinya leher adalah daerah erotisku aku cumin bisa
memejamkan mata, dia berkata kamu pasti masih perjakakan?nggak tuh aku
membantah, gaklah jgn bohongi aku kata Wulan lagi sambil mulai menciumi putting,
ketiak, dada, perut, paha dan testisku mulai digigiti pelan.


Pelan dia mulai menjilati buah zakarku terasa sangat ngilu,
dan kemudian batangnyapun mulai dijilati dan langsung disedot dg ganasnya tak
memberi aku kesempatan utk beraksi, aku kemudian berhasil menghentikan dia dan
membaringkannya, aku mulai menciumi hidung, bibir, leher, telinga, sat kuciumi
leher & telinga aku bisa merasakan dia sangat menikmatinya, aku teruskan ke
ketiaknya yg baunya khas agak kecut setelah semalaman berkeringat akibat
beraksi di travel, aku memuaskan pandanganku pada buah dada dan putingnya yg
menjulang ke atas berwarna merah muda di sekitarnya memerah dan mulai mengeras.
Aku menirukan gerakannya menjilati perutnya turun ke paha kanan-kirinya dan
sampailah aku pada benda yg belum begitu jelas aku melihatnya, tanpa dibritau
dia membuha pahanya lebih lebar shg nampaklah benda lipatan yg merah dan
ditumbuhi bulu-bulu tipis yg lebat sampai ke pantatnya. Aku elus dan singkapkan
rambutnya kubuka lipatan itu dan dalamnya masih menutup dan ada lipatan kecil
lagi plus sebuah bentukan kecil diatasnya, aku langsung teringat pada teori oh
itu yg namanya klitoris, labia minora, labia mayora. Aku puasin melihatnya dan
kubuka bibir kecil tetapi hanya membuka sempit sekali terlihat didalamnya byk
skl bentukan daging yg menutupi lubang.


Akupun segera menciumi permukaan klentitnya yg tambah
mengeras dan muncul keluar aku permainkan dg lidahku membuat dia menggelijang
kegelian sambil berdesah tipis eehhh, kulihat cairan mulai membasahi dan tambah
keluar lagi sehingga memudahkan aku memainkan jariku pada permukaan
bibir-bibirnya hingga ke perineum (antara vagina dan anus) ternyata dia sangat
kegelian dan meraih penisku utk diulumnya sesaat terasa dia mengulum dg keras
sekali sambil merangkul perutku dan tubuhnya mengejang beberapa kali sambil
mendesah cukup keras aaaaahhhh aaaahhhhhh aaaaahhhhhhhhhhh.


Dan kulihat dari
liang kecil mengeluarkan cairan bening-bening beberapa kali.


Dia memintaku utk
berhenti dan memeluknya beberapa saat sambil membisikkan aku keluar ton, nikmat
sekali dengan nafas memburu.


Aku sesekali
menggesek-gesekkan batangku ke permukaan bibir kecilnya yg merah tua dan basah,
terasa licin sekali, Wulan meraih kepalaku dan menciumiku akupun mulai
melakukan serangan langsung kesasaran leher dan telinganya rupanya membuat dia
langsung terangsang lagi terlihat putingnya menegang kembali dan susunya
mengeras aku kembali menjilatinya ketika aku akan menjilati klentitnya dia
melarang, jangan nanti aku orgasme lagi duluan, dia meraih penisku
digesek-gesekkan ke liang kecilnya dengan hati-hati, sesekali aku dorong pelan
dia menyeringai aduuhhh, tetapi dia tetap membimbingnya masuk dg perlahan, aku
merasakan baru ujungnya aja yg mengenai liangnya, tanganku terus menggosok
pelan klentit Wulan sambil kuciumi leher dan telinganya dia semakin terangsang
dan membuka kedua pahanya tangannya menarik penisku dg keras menghujap kedalam
dan kurasakan ada sesuatu di depannya, dia menjerit aduhh setelah beberapa kali
akupun menoba melihat kebawah liangnya agak membuka dan aku melihat ada semacam
benda menutupi liangnya yg agak jelas karena dia mengangkat pantatnya, aku
masih tidak menduga apapun dan kuciumi liang tsb & kepermainkan dg ujung
lidahku, Wulan sangat terangsang dan menarik tanganku dg keras dan akupun
dibantingnya dan dinaikkinya dia terus memintaku menciumi telinganya sambil
tangannya mengarahkan penisku keliangnya, terasa agak licin teapi tetap tdk
bisa masuk kami mencoba sampai lama dan peniskupun mulai terasa perih ujungnya,
Wulan tdk mau berhenti dia malah semakin ganas mengocok penisku di ujung
lubangnya yg mulai membuka dan aku tetap merasakan hambatan itu, sampai
kemudian Wulan menekan keras sekali terdengar bunyi cles dan dia menjerit
tertahan duuuuhhhh, Wulan tertelungkup di dadaku aku elus kepalanya dan kuciumi
bibirnya dia menggigit bibirnya dan sesaat baru merespon ciumanku aku mencoba
meraih klentitnya teapi aku merasakan banyaknya cairan di pahaku, ketika kulihat
betapa terkejutnya aku cairan itu darah yg segar. Aku baru tersadar ternyata
Wulan masih perawan!


Aku bertanya ka..
kamu masih perawan? Dia hanya mengangguk pelan & langsung menciumiku
kurasakan sakit di penisku yg terbenam di dalam liang yg sempit tetapi terus
aku berciuman dg Wulan dan perlahan kurasakan mulai ada cairan yg melicinkan
dan pelan kugerak-gerakkan penisku, sakit?tanyaku, sudah tidak seberapa, kata
Wulan.


Diapun mulai
menggerakkan pinggulnya dan kurasakan nafasnya makin memburu, aku masih bingung&takut,
masih perawan?kalo hamil? Tetapi Wulan terus menggoyang kanan-kiri, atas-bawah
dg perlahan, aku hanya sesekali mendorong keluar masuk ternyata gerakan yg
pelan tapi bervariasi ini memuat Wulan merasa nikmat sekali aku sudah tidak
melihat wajah kesakitannya berubah menjadi pejaman mata yg menikmati, entah
berapa lama aku baru bisa kembali menikmati & tdk merasa perih begitu aku
merasa pijitan dan elusan dipenisku aku tdk bisa menahan utk ejakulasi Wulan yg
tau itu berkata sebentar Ton, sebentar... Tak lama diapun berkata ayo Ton.. ayo keluarkan barengan. Kamipun
berpelukan sambil menjerit aaaaahhh
aaaaahahhhhh aaaaaaaahhhhhhhhh.


Wulan melarangku
utk mecabut penisku yg masih tegang biarin, ntar sakit. Aku mencoba menarik
pelan memang tidak bisa begerak sama sekali. AkhirnyaWulan tertidur di atasku.


Setelah 15 menit
berlalu aku bangunkan Wulan dan mencoba mencabut, sangat sakit dan seret sekali
Wulan kesakitan dan mulai menitikkan air matanya sakiit sakiiitt. Begitu
terlepas dia langsung jatuh tertelungkup memegangi vaginanya dan kulihat
ceceran darah banyak sekali di spreiku dan pahaku.


Aku segera
melihat ke kamar mandi temanku di seberang terlihat pintunya terbuka, aku
mengajaknya untuk mandi bersama, kasian sekali saat berjalan di tertatih-tatih
dan darahnya berceceran di lantai.


Kami mandi berdua
dg shower di bathtub aku bersihkan perlahan vaginanya sambil kita berendam.
Ketika selesai aku punya ide yuk kita berendam lagi biar relax, Wulanpun mengiyakan
jadilan kami berpelukan, kuelus pelan kutanya kamu bener masih perawan?dengan
mimik marah dia berkata masih gak percaya? Nggak, cuman.


Aku gak nerusin
dia mengejar cuman apa? Nggak cuman kenapa kamu kok berikan keperawananmu ama
aku?aku swear gak tau kamu masih perawan.


Dia bercerita aku
mirip pacarnya saat SMP yg pindah ke Jakarta & tidak ada kabarnya, Wulan
terus mengingatnya & berjanji akan memberikan keperawanannya pada orang yg
mirip ex-pacarnya. Pacarnya juga keturunan Cina dan wajahnya mirip banget
denganku.


Kamu gak nyesel?kejarku
lagi, enggak enggak katanya.


Kami berpelukan
dan saling merapatkan kurasakan tekanan susunya dan kuciumi dia. Dia berkata,
temenku bilang kalu habis diperawani dipakai bolak balik biar gak sakit, sambil
menggenggam adikku yg sdh tegak sejak tadi.


Kamipun mulai
bercumbu dengan liarnya dan aku berdiri membiarkan Wulan menjilati testis dan
penisku dg leluasa sesaat diapun rupanya pingin digituin dia mendorongku utk
jongkok di bathtube sambil mengangkat satu kakinya membuka pahanya lebar-lebar,
kulihat kemerahan di vaginanya tapi kuturuti kemauannya kupermainkan klentitnya
sambil mulai berani lidahku kumasukkan liangnya rupanya dia sudah tidak
kesakitan dan begitu menikmati kadang kurasakan bau agak pesing di liang
kencingnya tapi aku tetap nikmati permainanku membuat liangnya mengeluarkan
cairan-cairan yg terus menerus dan kulihat klentitnya menyembul tegak,
kupermainkan dg gigiku membuat dia menggelijang dan menekankan vaginanya ke
mulutku, ketika kulihat dia hampir orgasme aku hentikan diapun mengerti dan
langsung berbaring di bathtube dg pelan kemasukkan penisku dia menyeringai
tipis, pelan tapi pasti penisku terbenam seluruhnya k dalam vaginanya aku
gerakkan pelan meskipun ketat sekali tetapi tetap kurasakan nikmatnya gesekan
& Wulan pun mulai berani memutar-mutar pinggulnya, kami berpindah ke closed
aku duduk Wulan naik ke atasku sambil berpegangan pundakku shg dg leluasa
kuciumi leher,telinga dan ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.