pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


images
elhakeem.pep.zone

<>Makin Diuji Makin Dicinta<>

<><><>-=¤)§(¤=-<><><>

<><><>

Dalam sebuah Hadits Qudsi disebutkan:

"ALLAH ingin selalu berdekatan dengan hamba- hamba yang mengaku mencintaiNYA.
ALLAH tidak saja bersemayam di mesjid- mesjid atau di tempat - tempat ibadah lainnya, tetapi juga ditengah- tengah orang yang mengalami bencana, yang terjerat kemiskinan dan yang teraniaya karena terampas hak-haknya."

<>

Tibanya senja semestinya memberikan ketenangan.
Setelah sepanjang siang asyik merajut harapan, lembayung terlukis menggantikan teriknya siang.
Itulah pertanda dimana manusia siap menyongsong malam, menghentikan sejumlah geliat aktifitasnya.
Tapi, apa jadinya bila momen pergantian waktu itu berubah mengerikan.
Belum lagi tubuh di istarahatkan, hamparan bayangan untuk segera bertemu keluarga yang tengah menunggu di rumah, tiba-tiba manusia dikejutkan 'secara paksa' untuk melakoni adegan pahit.

Nun di barat Sumatra sana, ratusan orang yang umumnya bersiap mengakhiri aktifitasnya, tiba-tiba diguncang gempa sekuat 7 ,6 SR yang berpusat di Padang Pariaman.
Mereka tertimbun reruntuhan baik rumah maupun gedung.
Sementara yang selamat, harus tergugu dalam pilu karena tak tahu bagaimana cara menyongsong hari yang baru saja akan berganti.
Kehilangan segalanya;
anak, saudara, ibu, ayah, kakak, adik, tetangga, kakek, nenek, harta benda, rumah, dan lainnya, nyaris sama halnya kehilangan harapan akan masa depan.
Tidak tahu harus memulai hidup dari mana dan bersama siapa.

Tapi, begitulah musibah.
Kecil maupun besar yang menimpa manusia harus segera disadari bahwa hal tersebut memiliki maksud dan hikmah.
Mengapa harus segera disadari, sementara memulihkan kesadaran saja demikian sulit?

Beratnya musibah yang menimpa manusia kerap membuat seseorang kesulitan untuk bangkit menyongsong kehidupan secara normal.
Sehingga tanpa disadari nestapa tersebut membelenggunya sampai membuatnya terpuruk.
Dalam keterpurukan itulah manusia sering lupa diri hingga menyalahkan nasib, menuding takdir dan bukan mustahil malah menyalahkan ALLAH.

Padahal, patut disadari bahwa serangkaian musibah, ujian atau apapun bentuk 'siksa' dunia merupakan sekenario ALLAH agar manusia bisa menyikapinya dengan sabar.
Rosulullah mengingatkan kita dalam sebuah hadits, bahwa jika ALLAH menghendaki kebaikan pada hambaNYA, maka DIA akan menyegerakan siksa kepadanya di dunia.
Dan, jika ALLAH menghendaki keburukan bagi hambaNYA, maka DIA akan menahan (menangguhkan) siksaan itu hingga ALLAH melakukannya pada hari kiamat kelak.

Tidak itu saja, ada sekenario lain di balik musibah yang ALLAH berikan.
Dalam hadits lain disebutkan,

"Sesungguhnya besar pahala itu sesuai dengan besarnya cobaan.
Jika ALLAH mencintai suatu kaum, maka DIA akan memberikan cobaan kepada mereka.
Siapa yang Ridho (terhadap cobaan-cobaan itu), maka baginya keridhoanNYA.
Siapa yang murka (terhadap cobaan itu), maka baginya kemurkaan dariNYA."

<>HR Ibnu Majah<>

Ya, cinta ALLAH.
Adanya pengharapan cinta ALLAH dari kebesaran hati manusia dalam menerima musibah semestinya dimaknai sebagai bentuk perhatianNYA.
Jika berhasil melewati, dengan sendirinya ia akan merasa bertambah dekat dengaNYA.

Dalam pemahaman sederhananya begini:

»
Seseorang yang tengah dilanda asmara terkadang ingin memastikan seberapa besar cinta sang kekasih terhadapnya.
Tak heran bila ia sering menuji kekasihnya itu apakah benar ia mencintai dirinya.
Sebaliknya, bila hubungan itu berjalan datar, tidak ada tantangan, akan banyak asumsi bahwa mungkin saja pasangannya kurang perhatian atau sekedar main-main saja dengannya, lantaran tidak ada sikap yang menunjukkan ke arah keseriusan.
»

Tentu, yang demikian hanyalah gambaran kecil pola hubungan hamba dengan ROBBnya.
Sebab hakikatnya, ada maupun tiada musibah yang diberikan, ALLAH tetap mencurahkan keRohimanNYA kepada kita.
»

Wallaahu 'alam bish showab
»

"Semua berasal dari ALLAH..
Dan sesungguhnya hanya kepadaNYA lah semua akan kembali"
eL atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan ikut berbela sungkawa atas musibah gempa yang terjadi di Padang dan sekitarnya 12 Syawal 1430H ; 30 September 2009M dan Jambi 13 Syawal 1430H ; 1 Oktober 2009M
Semoga kita semua dianugerahi kesabaran dalam menghadapinya..
Amiin
» «


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.