pep.zone
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


allah shine
tafakur.pep.zone

Persaudaraan karena Allah SWT

<<>>*<<>>[[]]<<>>*<<>>
Renungan
oleh
Hayat Setiawan Husen
Ketua Dewan Da'wah
DKI Jakarta
<<>>*<<>>*<

~*<<>>*[[]]*<<>>*~

Bismillahir Rahmanir
Rahiim

...Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara...
.::QS Ali 'Imran 103::.

Tulisan yang anda baca saat ini dihadapan para pembaca yang budiman, merupakan ekspresi keprihatinan yang mendalam terhadap fenomena perkembangan kehidupan ummat Islam di abad modern ini.
Islam dianggap suatu aliran atau agama yang menakutkan, selalu menjadi kambing hitam, sebuah sekenario umat yang selalu akan menjatuhkan keyakinan yang terkandung di dalamnya.
Ummat Islam selalu nomor dua, menjadi ummat yang tidak di pandang, ummat yang tersingkir, ummat yang hendak bangkit dari tidur namun dibuai mimpi indah dan akhirnya tertidur kembali.
Terbuai oleh kefana'an dunia, nama besar, kenikmatan yang sejenak dirasakan namun di teguk secara berlebihan, tanpa sadar mampu merubah tatanan dan nilai-nilai yang telah dibangun beraba-abad yang lalu.
Apakah benar ummat Islam telah terbuai mimpi yang indah? Pernahkah ummat ini bertaffakur sejenak untuk memikirkan dirinya sendiri? Bermuhasabah? Untuk keselamatan dirinya dinegeri akhirat? Apa persiapan mereka menghadapi kehidupan kelak?

Mereka mempermasalahkan kondisi yang mereka alami saat ini, seperti kenaikan BBM, kenaikan harga bahan pokok, transportasi, padahal gaji belum naik.
Coba mulai merenungi, kembalikan semua hal tersebut kepada ahlinya, do'akan mereka agar lebih amanah dalam menjalankan tugasnya, sebab jika mereka tidak melaksanakan amanah, azab Allah Azza wa Jala teramat pedih, yang pasti manusia tidak akan mampu menahan rasa sakit yang amat sangat.
Kita tinggalkan permasalahan yang ada, lebih baik kita berbenah diri, kita kembali memikirkan diri kita agar tidak terjebak pada permasalahan tersebut.

Ikhwana fillah a'azzakumullah ajmain, penulis ingin mengajak diri penulis sendiri khususnya dan para pembaca sekalian pada umumnya, untuk kembali kepada amalan pribadi yang menghasilkan sebuah tatanan kehidupan yang menyeluruh (syumuli) dengan mengembalikan fitrah ummat Islam kepada ajarannya yang benar dengan berbagai kesempurnaannya.

Mari kita mulai dengan mengetahui beberapa hal mengenai adab "al ukhuwwah fillah" atau "persaudaraan karena Allah".
Karena sesungguhnya persaudaraan karena Allah merupakan perkara yang sangat Agung dan diperintahkan dalam Islam.
Allah Azza wa Jala telah menganugerahkannya kepada kaum Mukminin, sebagaimana firmanNya:

...Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu
(masa jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara...
.::QS Ali 'Imran 103::.

Oleh karena itulah, selayaknya dan wajib atas setiap Muslim untuk berusaha menjaga ikatan tali ukhuwah dengan saudaranya sesama Muslim; melestarikan dan menjaganya dengan segala cara; serta mewaspadai perkara-perkara yang dapat merusak ukhuwah atau mengganggunya.
Semua ini tidak dapat terwujud kecuali dengan berusaha menegakkan hak-hak ukhuwah dan
adab-adab yang berkaitan dengannya.
Karena penulis berkeyakinan penuh jika seluruh ummat Islam dibumi Indonesia ini yang diawali oleh masing-masing pembaca yang budiman maka akan terbentuk umat Islam yang kokoh, berakhlakul karimah yang menjadi bermanfaat untuk seluruh alam sebagaimana Islam itu di hadirkan di muka bumi ini.
Maka dari itu, disini Insya Allah, kami akan menyebutkan sebagian adab yang berkaitan dengan "ukhuwwah fillah", secara sederhana yang diantaranya:

<< 1 >>
Niat yang Lurus

Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niat dan bagi setiap orang apa yang ia niatkan...
.::HR Bukhari (1) dan Muslim (1907) dari Umar bin Khaththab ra::.

Dengan memulai dari diri sendiri berkeyakinan bahwa dengan berniat mengambil saudara dan kawan yang jujur dan shalih, yang bisa menjadi penolong baginya dalam urusan dunia maupun agamanya dan dapat membantunya untuk mentaati Allah Ta'alaa

<< 2 >>
Mengambil Saudara dan Kawan Seorang Mukmin yang Shalih

Dapat di rujuk dalam
QS Al Hujaraat 10
QS Ali 'Imran 103
QS Az Zukhuf 67
dan
sabda Rasulullah SAW:
Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang Mukmin
.::HR Ahmad (III/38),
Abu Dawud (4832)
dan Ibnu Hibban
(II/383/555,556).
Lihat kitab al Ihsaan dari Abu Sa'id dan kitab Shahihul Jaami' (7341)::.

<< 3 >>
Mencintai Karena Allah Semata

Hendaknya seorang muslim mencintai saudara dan para sahabatnya karena Allah, bukan karena sesuatu dari urusan duniawi seperti kekerabatan, urusan bisnis dan sebagainya.
Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW:
Temali iman yang paling kuat:
ber-wala' (loyal) karena Allah, bermusuhan karena Allah, mencintai karena Allah dan membenci karena Allah
.::HR Ahmad (IV/286),
Ibnu Abi Syaibah dalam al Imaan (110)
dan yang lainnya dari al Bara',
Ath Thabrani dalam al Kabiir (11537) dari Abu Dzarr::.

<< 4 >>
Mengabarkan kepada Saudaranya bahwa Ia Mencintainya karena Allah SWT

Bahkan disunnahkan agar mendatangi rumah saudaranya tersebut guna mengabarkan hal itu, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
Jika salah seorang dari kalian mencintai sahabatnya, hendaklah ia mendatangi sahabatnya tersebut yang sedang sakit di rumahnya dan mengabarkan bahwa ia mencintainya karena Allah
.::HR Ahmad V/145 dari Abu Dzar r.a.
Lihat Shahihul Jami' 281::.

Sungguh betapa indah adab ini! Betapa besar pengaruhnya di dalam jiwa manusia, namun hanya sedikit orang yang melakukannya.

<< 5 >>
Mengucapkan Salam kepada Saudaranya dan Membalas Salamnya

Segera budayakan kata:
"Assalamu'alaykum..
(lebih lengkap lebih baik) warahmatullahi wabarakatuh" dan membalasnya dengan kata;
"Wa 'alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh", biasakan, mulai dari diri, bukan yang di budayakan "Selamat pagi..", "Halo..", "Salam sukses..", "Hai..," dan sebagainya.
Indah bukan, budaya Islam?
Karena hal itu memang telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW:

"Hak Muslim atas Muslim lainnya ada enam"; para Sahabat menjawab; "Apa saja wahai Rasulullah?", beliau bersabda: "Ucapkan salam jika berjumpa dengannya; jika ia mengundangmu, maka penuhi undangannya; jika ia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; jika ia bersin dan memuji Allah, maka ucapkanlah tasymit; jika ia sakit, maka jenguklah; dan jika ia meninggal, maka iringi jenazahnya"
.::HR Muslim 2162 dari Abi Hurairah. Pada riwayat lain dalam ash Shahihain disebutkan lima::.

<< 6 >>
Mengucapkan "Tasymit" ketika Saudaranya Bersin

Jika ia bersin dan ia memuji Allah makawajib bagi kita mendo'akan dengan kalimat "tasymit",
"Yarhamukallah" = "semoga Allah merahmatimu".
Hendaknya orang yang bersin tersebut membalasnya dengan mengucapkan,
"Yahdikumullah wa yuslihu baalakum" = "semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaanmu

<< 7 >>
Menjenguk Saudaranya Ketika Sedang Sakit

<< 8 >>
Memenuhi Undangan Kawan

<< 9 >>
Menasihati Sauara dan Sahabat

<< 10 >>
Menerima Hadiah dari Kawan

<< 11 >>
Memberikan Hadiah kepada Kawan

<< 12 >>
Bersama-sama merasakan Kesedihan

<< 13 >>
Bersama-sama merasakan Kegembiraan

<< 14 >>
Menyukai Kebaikan bagi Saudaranya

<< 15 >>
Menolak Mengghibahi atau Membicarakan Keburukan Saudaranya

Janganlah engkau membiarkan seseorang mencelanya ketika ia tidak berada disisimu, bahkan engkau harus berusaha mencegahnya.
Yang lebih penting lagi, janganlah engkau menggunjingnya.
Sesungguhnya itu merupakan hak saudaramu atas dirimu dan saudara yang mulia tidak akan mungkin menggunjing saudaranya selamanya.
Ingatlah peringatan mengenai hal ini amat tegas dan mulia hasilnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa membela kehormatan saudaranya yang dighibahi saat ia tidak berada disisinya, maka hak atas Allah untuk membebaskannya dari api Neraka
.::HR Ahmad 461 dan
Ath Thabrani dalam al Kabiir XXIV/442-443 dari Asma' binti Yazid.
Lihat kitab Shahiihul Jaami' 6240::.

<< 16 >>
Menutup Aib Saudaranya
.::HR Ahmad IV/62::.

<< 17 >>
Menolong Saudaranya Karena Allah SWT
.::HR Al Bukhari 2443, 2444, 6952 dari Anas r.a::.

<< 18 >>
Tidak Meminang Pinangan Saudaranya
.::HR Muslim 1413 dari Uqbah bin Amir::.

<< 19 >>
Tidak Berjual Beli
(Mengadakan Transaksi) diatas Jual Beli Saudaranya

<< 20 >>
Jujur Kepada Saudaranya dan Tidak Berdusta Kepadanya

<< 21 >>
Membenarkan Saudaranya dan Tidak Mendustakannya

<< 22 >>
Tidak Mengkhianatinya
.::QS Al Anfal 58::.
dan
.::HR Ahmad III/380::.

<< 23 >>
Menghormati Saudaranya karena Allah

<< 24 >>
Mendo'akan Saudaranya karena Allah

<< 25 >>
Tidak Memboikot Saudaranya atau Sahabatnya

Sesuai dengan sabda Nabi SAW:
Tidak halal bagi seorang Muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga hari.
Jika keduanya berjumpa, maka yang satuberpaling dan yang lain juga berpaling.
Yang paling baik diantara keduanya adalah yang lebih dulu mengucapkan salam
.::HR Al Bukhari 6077, 6237 dan Muslim 2560 dari Abu Ayyub::.

<< 26 >>
Tolong Menolong dengan Saudaranya dalam Kebaikan

<< 27 >>
Berusaha Memberikan Manfaat Kepada Saudaranya

<< 28 >>
Menjaga Kelestarian Ukhuwah

<< 29 >>
Menjaga Perasaan Saudarnya

<< 30 >>
Tidak Melalaikan Penunaian Hak-hak Saudaranya

<< 31 >>
Mengutamakan Saudaranya karena Allah

<< 32 >>
Memperhatikan Saudaranya

<< 33 >>
Berteman dengan Sahabat-sahabat Saudaranya

<< 34 >>
Memaafkan Kesalahan Saudaranya

<< 35 >>
Berterus Terang kepada Saudaranya dan Sahabatnya

<< 36 >>
Menjaga Keluarga Sahabatnya dengan Baik (Saat ia bepergian)

<< 37 >>
Menghadiri Pemakaman Jenazah saudaranya

<< 38 ...


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.